Skripsi Belum Tuntas, Mahasiswa Telkom University Malah Mengalami Kematian Karena Dibunuh


Mahasiswa Telkom University (Tel-U), Alexander Sihombing (21) atau biasa disapa Ale mengalami kematian yang tragis ketika melintasi area dekat kampus akibat dibunuh oleh kawanan begal di Jalan Radio, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada hari Minggu, 11 Maret 2018 dini hari. Para pelaku sengaja mengahadang Ale untuk meminta uang guna membeli minuman keras bersama rekan-rekannya.

Dan pelaku pembunuhan Ale sudah tertangkap dua hari yang lalu. Polisi menyebutkan bahwa motif kasus ini adalah murni pencurian. Tersangka Irval (22), Cecep (20) alias Oces, Cep Rudi (19) alias Uneng dan US (16) mengaku mabuk minuman keras selagi menghadang Ale.

Satu buah handphone korban dicuri oleh kawanan pemuda begal tersebut. Dan polisi juga turut menangkap tiga orang penadah. 

"Modusnya pembegalan. Tersangkanya empat orang," kata Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik di Mapolres Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3).

"Awalnya saat kita lakukan lidik ada orang yang mau menjual HP secara online. Kemudian kita cek dan kita pancing, ternyata memang HP tersebut milik korban. Di situ dari penjualnya kita lakukan pengembangan. Dia dapat dari mana, kapan dan akhirnya kita dapat empat pelaku ini. Keempat pelaku dijerat pasal 365 ayat 3 dan 4 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup," kata pihak kepolisian.


"Waktu itu dalam kondisi minum (mabuk), bersama tiga teman saya. Saya tidak kenal sama korban, ketemunya di jalan. Saya tusuk, kebablasan nusukin pisau ke dadanya. Pisaunya saya bawa dari rumah yang disimpan di saku" kata Cecep di Mapolres Bandung.

Pada saat kejadian, Cecep dibantu oleh tiga orang temannya. Cep Rudi memegangi tubuh korban saat penusukan, sementara Irval dan US bertugas sebagai joki sepeda motor.

Terjadinya insiden berdarah ini mengubur impian Ale menjadi tulang punggung keluarga. Padahal Ale sedang menempuh semester akhir program studi Teknik Elektro dan berniat untuk segera menyelesaikan skripsi agar lekas lulus dan bekerja malah akhirnya menghadap ke Sang Pencipta.

Kematian tragis Ale tentu saja mengejutkan keluarga, teman dan pihak kampus. Pasca kejadian penusukan, Ale dimakamkan di TPU Mangunjaya, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3).

"Anaknya (Ale) aktif di lab, dia sudah semester delapan. Sedang menyelesaikan tugas akhir dan hanya tersisa tiga mata kuliah lagi," kata Kaprodi Teknik Elektro Sigit Yuwono di kampus Tel-U, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 13 Maret 2018.

Menurut dia, Ale sudah berjanji kepada orang tua akan menyelesaikan skripsi pada tahun ini. Sebab ayahnya sudah pensiun bekerja.

"Diwanti-wanti agar segera lulus dan cepat bekerja karena akan menjadi tulang punggung keluarga. Janji ke orang tua ditepati (karena menyelesaikan skripsi di semester delapan), peluang untuk selesai tepat waktu tinggi," ujar Sigit.













Posting Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.